selamat tinggal sanguin!

Ternyata Tuhan hendak menjadikan hari saya kemarin istimewa..

Ketika pertemuan pagi yang singkat dengan inta menghadirkan sebuah kabar, pertemuan kembali dengannya dan mas adi—saudara sepupunya yang juga adalah teman lama saya—pada sore hari hingga maghrib, memberi saya kesadaran yang paling berharga dalam perenungan dua minggu terakhir. Bahwa kekuatan diri ini bersandar pada “kesungguhan jiwa seorang pengabdi”—hal terbaik yang bisa saya peroleh dari kota yang “melahirkan” saya, semarang; sesuatu yang senantiasa tergugah kembali ketika perbincangan serius tentang semarang memenuhi ruang hati sedemikian dalam hingga menyentuh dasarnya—rasa cinta yang tulus.

Dan, kesadaran itu menjadi lengkap ketika diri terdalam menjadi yakin bahwa kualitas itu hanya akan terpelihara dalam jiwa yang “sadar dan terjaga”. Nyatanya, kota sanguin ini telah lama mencabik-cabik kesadaran, melemahkan hati, dan melelapkan diri dalam kemalasan pecundang. Kesadaran itu pada akhirnya menjadikan diri ini tak lagi ragu untuk berkata “selamat tinggal sanguin!”

Dan tentang kota itu, apakah disana tak lagi tersisa apa-apa..? sepertinya tidak begitu. Diri ini lahir di sana, dan di sanalah juga saya dapat senantiasa menemukan kembali jati diri jika hidup membuat jiwa menjadi lelah dan terlelap.

maka sadar dan terjagalah!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s