putih

putih
putih itu suci. itu bukan kata saya. kata guru saya waktu sd. dan mungkin juga itu kata nenek moyang guru saya. ga jadi soal. toh saya sepakat dengannya. dan putih yang suci itu, sungguh saya menyukainya. tepatnya nurani saya yang menyukainya. saya manut aja sama sang nurani. karena saya meyakini, pada nurani, Tuhan hadir memberikan ilham yang senantiasa menghidupi fitrah diri ini.

kertas putih
kala kecil kita mungkin seperti kertas putih. suci, dan siap menerima tulisan dan segala yang bisa memberikan warna padanya. dan seiring waktu, kertas putih itu terisi dengan beragam warna. tak mungkin tidak. karena manusia hidup belajar, bekerja, berdiri, terjatuh, gagal, berhasil, gagal lagi, dan kembali berdiri karena bersiteguh mengejar keberhasilan hakiki. dan pada akhirnya kertas tak lagi putih. kertas berwarna-warni. sedikit lecek mungkin. sobek juga.

baju putih
ku beli kali pertama dua bulan lalu. kupakai shalat, bekerja, bermain, tidur. aku mencintainya. begitu mencintainya. dan kini kusaksikan baju putih tak lagi seputih dua bulan lalu. karena ia kupakai, berdaki, kucuci, kupakai lagi. toh aku masih mencintainya. ia setia. putihnya pudar untukku.

sucikah kertas lecek berwarna-warni?
sucikah baju putih yang memudar?
sucikah hati manusia yang juga telah tersapuh dosa?

suci
karena kerelaan untuk menjadi tak lagi putih itu yang mengabadikan kesucian.
manusia terlahir suci ke dunia bukan untuk tetap suci tak ternoda. [bagaimana bisa?] melainkan untuk berjalan menuju kesucian manusiawi, kala segala kekotoran sepanjang jalan pengabdian, telah luruh karena taubat dan kepasrahan pada Sang Maha Suci.

🙂
bilalah suatu hari nanti baju putihku tlah kelabu, mungkin aku bisa membeli yang baru di pasar baru. tapi bilalah hatiku kelabu, aku tahu, yang kubutuhkan adalah kembali ke hadapan Tuhanku, dengan ruku dan sujud sepenuh tawadhu.

Iklan

One thought on “putih”

  1. putih, belum tentu suci, hitam, mungkin saja suci. tidak perlu menggambarkan kata suci dengan berbagai warna, karena menurut pendapatku suci itu tidak berwarna. suci adalah abstrak, merupakan kumpulan hal-hal, bentuk, sosok, dan perbuatan yang baik. benar manusia hidup untuk mendekati kesucian, kesucian Allah dan Rasulnya. kalau suci di dekatkan dengan sebuah warna, jikalau benar kita mencapai warna itu, apakah kita termasuk orang suci ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s