generasi berganti

Malam tadi saya ikut obrolan penting di ruang serbaguna RT, bersama beberapa warga yang muda, dan bersama Pak RT juga. Ditemani beberapa piring makanan kecil. Sayang tidak ada kopi.

Tema obrolannya penting, soal pergantian kepengurusan RT yang tertunda karena ketidakjelasan sikap Kelurahan. Masalahnya jadi lebih sulit karena pak RT sendiri sudah sepuh. Beberapa bulan lalu beliau bahkan pernah dirawat di rumah sakit karena kena serangan jantung. Dalam obrolan itu pak RT secara terbuka, terus terang menyampaikan bahwa sudah saatnya beliau beristirahat. Dan itu memang benar. Bahkan kalaupun beliau tidak terus terang seperti itu, rasanya kami yang muda harus sudah memahami keadaannya.

Pertemuan itu sendiri menjadi sungguh penting artinya karena lebih dari sekedar mengingatkan bahwa sudah saatnya pergantian pengurus, beliau juga menyampaikan bahwa sudah saatnya generasi berganti. Itulah pesannya yang terpenting. Perumahan tempat saya tinggal memang bisa dikata adalah perumahan pensiunan. Sebagian besar penghuninya adalah lansia. Semua generasi muda, baik itu keluarga muda ataupun pemuda lajang yang ada di perumahan ini adalah anak-anaknya. Sekedar anggota keluarga. Dan sampai sekarang semua urusan di RT ini masih dikelola oleh mereka para orangtua, bahkan dalam kartu keluarga pun mereka masih tercatat sebagai kepala keluarga.

Mungkin karena merasa sekedar anggota keluarga itulah, sebagian besar dari warga yang muda tak pernah tampak dalam pergaulan keseharian di RT ini. Selain itu, salah satu faktor pendukung hilangnya mereka dari pergaulan adalah status mereka sebagai tenaga kerja yang memenuhi kebutuhan keluarga besarnya. Sebagian bahkan ada yang kerja di pabrik sebagai karyawan shift malam. Begitulah kenyataannya selama ini.

Maka pertemuan tadi malam sungguh layak untuk disyukuri. Untuk kali pertama sekian warga yang muda, kami para generasi kedua, bisa berkumpul dalam jumlah yang cukup, untuk membicarakan tanggung jawab bersama, mendengarkan pak RT, dan membicarakan langkah yang nyata untuk mempersiapkan pergantian generasi ini. Alhamdulillah kami pun bersepakat untuk memulai tahapan-tahapannya.

Untuk saya sendiri, momen tadi malam adalah langkah ketiga untuk benar-benar bisa melibatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat, setelah menjadi ketua panitia kegiatan HUT RI agustus kemarin dan mulai menjadi anggota panitia pelaksana pemilu di Kelurahan. Dari langkah ini mungkin kesempatan untuk terlibat dalam melalui kepengurusan RT akan tersedia. Mudah-mudahan dari situ terbentang pengalaman-pengalaman yang berharga, beserta semesta hikmah yang dikandungnya.

Menjadi aktivis RT mungkin terdengar sebagai pilihan yang tidak biasa untuk banyak orang. Tapi rasanya itu tidak banyak berbeda dengan menjadi aktivis himpunan ketika di kampus. Jadi ini tentu sekedar sebuah pilihan biasa. Yang syukurnya, jika dilakukan dengan penuh kesungguhan, saya yakin akan memberikan berbagai kekayaan hidup yang luar biasa.

Semoga diperkenankan, dan diberi kekuatan serta keikhlasan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s