kita telah menerima.. begitu banyak

Ada suatu saat dalam hidup saya dimana saya merasa begitu tenang dan lapang. Hati saya saat itu seperti telaga sepi dan hening. Pada saat itu, saya merasa tidak menginginkan apa-apa lagi. Semua yang hati saya harapkan, telah dikabulkan. Tanpa suara, hati saya seakan berkata “semuanya sudah cukup. Tidak ada lagi yang ingin kuminta. Semua sudah cukup. Lebih dari cukup. Dan kini aku ingin mengabdi. Sebagai sebuah ungkapan terima kasih atas segala yang telah kuterima.”

Bukan, itu bukan karena kedisiplinan beribadah atau apapun yang semacam itu, bukan karena banyaknya kebaikan yang saya lakukan. Itu lebih karena saya pernah mengalami masa-masa yang penuh kesalahan sebelumnya, dan kemudian saya begitu ingin memperbaiki itu semua. Dan sampailah saya pada satu titik bahwa sekeras apapun saya berusaha, saya jauh dari sempurna. Begitu banyak kesalahan yang tetap melekat pada diri saya.

Di titik itu saya merasa bukan siapa-siapa. Jikalah saya masih punya harga diri, jikalah rekan-rekan di kampus masih menghargai saya, itu adalah anugrahNya. Saya tidak punya apa-apa, dan semua yang ada di sekitar saya, di dalam hidup saya, segala hal baik itu, kemudahan hidup, persahabatan, pengakuan, segala kelimpahan itu, semata adalah anugrahNya. Karena Ia masih berkenan menatap saya, memasukkan nama saya dalam daftar hambaNya yang masih boleh menerima limpahan anugrahNya.

Di saat itulah, tanpa suara, hati saya berkata “semuanya sudah cukup. Tidak ada lagi yang saya minta. Semua sudah cukup, lebih dari cukup. Dan kini saya ingin mengabdi. Sebagai sebuah ungkapan terima kasih atas segala yang telah saya terima.” Mungkin itulah rasa syukur.

Dan lama setelah itu barulah saya menyadari, bahwa kebahagiaan sejatinya berawal dari rasa syukur. Dari sebuah ungkapan kesadaran bahwa saya telah menerima begitu banyak dari Dia Yang Maha Pengasih.

Ya, jikalah mata hati kita bisa melihatnya, dalam setiap saat hidup kita, dahulu, kemarin, hari ini, saat ini juga, dan esok… kita telah, sedang, dan akan senantiasa mendapatkan limpahan anugrahNya. Begitu banyak, begitu berlimpah. Dia mencukupi kebutuhan kita, menghargai segala upaya kita, memaklumi kesalahan-kesalahan kita, menyediakan segalanya meski kita tidak menyadarinya. Dan… semakin kita merasa telah menerima banyak, hati kita pun akan semakin bersyukur. Dan saksikanlah, syukur itu kemudian menciptakan jiwa yang berkelimpahan, menciptakan ketenangan, menghadirkan kedamaian.

Dengan kesadaran bahwa kita telah menerima begitu banyak, kita akan bahagia dengan diri kita apa adanya, dan menjadi jujur di hadapan dunia. Dari kesadaran kita telah menerima begitu banyak, kita pun berprasangka baik terhadap Tuhan, dan segala isi dunia. Maka mata dan fikiran kita pun akan senantiasa positif. Kita pun hadir dengan emosi yang ‘positif dan mempositifkan’ di hadapan setiap orang.

Maka bukalah mata hati, melihatlah, mendengarlah, rasakanlah. Bahwa sesungguhnya kita telah menerima begitu banyak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s