Resolusi 2009

Apa yang seharusnya sudah dapat diwujudkan seseorang ketika berusia 30 tahun? Beberapa rekan saya ada yang sedang menempuh program S3 di eropa. Ada yang sudah punya perusahaan sendiri dengan pertumbuhan yang menggembirakan. Ada yang punya karir mengagumkan di sebuah perusahaan bagus, tentu dengan gaji bagus juga. Ada yang sudah berkeluarga, dengan pasangan dan putra yang membahagiakan.

Sudah sedalam apa seharusnya pengenalan diri (self awareness) seseorang ketika berusia 30 tahun? ada yang telah mantap dan matang dengan jatidirinya, ada yang masih gelisah dan memilih menenggelamkan diri dalam kesibukan, ada yang menganggap jatidiri sebagai hal yang terlalu abstrak, dan memilih memuaskan diri dengan hal-hal eksternal.

Kepribadian setiap orang memang berbeda. Oleh karena itu motif bertindak dan prioritas target hidup setiap orang juga berbeda. Keirsey, dengan menerjemahkan konsep kepribadian Calr Gustav Jung, mengungkapkan ada empat kelompok kepribadian/temperament utama : Guardian, Artisan, Rational, dan Idealist. Masing-masing memiliki sasaran hidup yang berbeda.

Guardian adalah seorang Security Seeker. Artisan adalah Sensation Seeker. Rational adalah Knowledge Seeker. Sementara Idealist adalah Identity Seeker.

Berbagai konsep kepribadian banyak tertulis di berbagai buku pengembangan diri di sekitar kita. Saya pun sudah mengenal beberapa diantaranya sejak lama. Namun saya rasa konsep C. G. Jung yang dikembangkan menjadi MBTI Personality Test dan Keirsey 4 Temperament dapat menawarkan perspektif yang lebih dalam daripada sekedar 4 personality DISC atau Koleris dkk.

Saya mengenal konsep kepribadian Jung di tahun 2008. Setelah memperdalam sekian bulan, saya sampai pada keyakinan yang menguatkan : saya telah berjalan di jalur yang benar, dan dalam usia hampir 30 tahun saya telah mewujudkan sesuatu yang layak. sebuah jatidiri yang utuh. Saya rasa itulah raihan terbaik saya sebagai seorang idealist.

Prosesnya tidak mudah. Jalan yang panjang dan lama. 18 tahun. Berat, banyak guncangan, banyak kegagalan dan kekecewaan. Namun pada akhirnya saya sampai pada kesadaran dan pencerahan. Untuk apa hidup saya, apa panggilan hidup saya, dan dimana bidang pengabdian saya. Itulah semua yang saya butuhkan demi meraih hidup yang bahagia dan bermakna.

Maka, di awal 2009 ini, saya menuliskan semua itu dalam blog saya. jatidiri, visi, pengabdian, prinsip dan idealisme hidup saya. di dalamnya saya pun menegaskan bahwa hidup adalah untuk mengabdi, dan saya telah memilih jalan pengabdian saya : pengembangan manusia, pengembangan masyarakat, dan kepemimpinan publik. Trimatra Pengabdian saya.

Dengan itu semua saya memulai 2009. maka blog ini adalah resolusi 2009 saya.

Iklan

4 tanggapan untuk “Resolusi 2009”

  1. Udah di wordpress ternyata skrg,
    Saya dari dulu selalu suka baca tulisannya,,
    Terus menulis..!!
    SUkses selalu. ; )

  2. pakabar nih leo? makasih utk dukungannya. yup, saya akan terus menulis. ini termasuk detil-detil resolusi 2009 saya. semoga berarti

  3. pengembangan manusia, pengembangan masyarakat, kepemimpinan publik.
    jadi 2020 walikota semarang mas?
    saat itu, aku malah yang udah 30tahun.

  4. yang jelas saya akan kembali ke semarang. InsyaAllah. sudah sepakat kok dengan istri. kapan tepatnya, saya masih perlu melihat keadaan keluarga di bandung ini. jadi, 2020… mmm… sudah punya peran lah setidaknya di sana. kalo walikota, sebaiknya sebelum usia 50 sih ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s