Memahami konflik Palestina – Israel

Panjang nian sejarah konflik tak berkesudahan ini.

Ketika beberapa hari yang lalu Palestina-Israel memanas kembali, dan untuk kesekiankalinya kita saksikan ribuan orang menjadi korban–anak-anak balita sampai orangtua jompo–diserang, dibom, diluluhlantakkan, satu demi satu pertanyaan muncul berputar-putar di pikiran saya.

Mengapa konflik ini begitu panjang tak kunjung selesai. 60 tahun lebih sudah sejak negara Israel dideklarasikan yang menyulut konflik bersenjata hingga saat ini. Mengapa setiap keadaan seakan membaik untuk beberapa saat, kemudian dengan mudahnya konflik senjata muncul kembali–seakan semua usaha perdamaian yang diupayakan dengan begitu sulit sebelumnya hangus tak berbekas.

palestina-loss2Ada apa sebenarnya dengan Bangsa Israel ini? Kalaulah semua berita yang saya dengar selama ini benar, mengapa tabiat mereka begitu rupa? maka wajar rasanya pertanyaan ini muncul. Seperti apa sebenarnya tabiat mereka sebagai sebuah bangsa…?

Yang lebih mengherankan, mengapa dunia seakan tak bisa berbuat apa-apa. Mereka yang memiliki otoritas, semacam PBB, tampak tak pernah bersungguh-sungguh untuk membantu mereka mengakhiri perkelahian yang penuh penderitaan ini. Sementara AS senantiasa berdiri di belakang punggung Israel, menolak setiap resolusi PBB yang menekan Israel.

Lalu, kemana itu para bangsa arab di sekitar palestina? Apa yang sedang mereka kerjakan? Masa sih tak berbuat sesuatu?

Pada akhirnya ketika saya berusaha berpikir lebih objektif, saya pun mencoba bertanya, adakah yang salah dengan bangsa Palestina? Apakah mereka juga tak mampu menjaga komitmen untuk berdamai atau setidaknya gencatan senjata? Mengapa di antara mereka pun sering terjadi friksi, seperti antara FATAH dan HAMAS.

Sejarahnya memang panjang dan rumit. Saya masih mencoba mempelajarinya agar dapat berpikir, menilai, dan berpendapat lebih dari sekedar dorongan emosional, dan tidak hanya memberikan tanggapan ‘tong kosong nyaring bunyinya’. Dan sejauh ini saya menemukan satu hal yang penting untuk kitasadari bersama. Bahwa berlarut-larutnya penderitaan saudara-saudara kita di palestina adalah bukti nyata kegagalan solidaritas umat islam, terutama solidaritas muslim arab.

Ya, kemana itu para bangsa Arab? Mereka negara-negara makmur berlimpah harta dan minyak, yang kini hidup dengan mewahnya, layaknya para sheik itu, seperti yang kita saksikan di Abu Dhabi, Dubai, Jeddah, sementara saudara-saudara dekat mereka di Palestina setiap hari menderita, berdiri di atas tanah yang berguncang, udara bau debu dan mesiu, selalu sibuk mengevakuasi dan menguburkan keluarganya yang jadi korban.

Hingga saat ini, di sela-sela doa saya agar Allah berkenan mengangkat penderitaan saudara-saudara di palestina, baru sampai disinilah ‘keterlibatan’ saya dengan masalah ini. Bertanya, berusaha memahami, berusaha mencari lubang-lubang menganga yang membuat kita umat islam tak juga dapat menyelesaikan konflik sepanjang peradaban manusia ini.

Saya yakin, tidaklah cukup kalau yang kita hanya mengutuk israel berulang kali, mengumpat, demo, meneriakkan seruan boikot, dan semacamnya. apalagi seringkali seruan-seruan itu perlahan-lahan meredup seiring hadir dan bergantinya tema berita dunia perlahan-lahan. Terus menerus seperti itu. Teriak lalu lupa. Perang terjadi lagi, teriak lagi… lupa lagi.

Kita harus bisa menemukan lubang-lubang itu, dan menutupnya. Maka semua pertanyaan itu harus terjawab. Dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itulah ada jalan menuju perbaikan yang sesungguhnya. Dan setidaknya untuk kita yang ada di Indonesia, jawaban yang jelas membuat kita memiliki cukup pemahaman untuk memberi respon yang tepat dan memadai.

Saya memilih untuk berpikir bahwa memang sudah begitulah Israel. Jadi, daripada hanya mengutuk kegelapan lebih baik rasanya kita berusaha menciptakan terang. Kezaliman harus dikutuk memang, namun untuk penyelesaian masalah yang tuntas, dibutuhkan pintu lain sebanyak-banyaknya yang bisa membuka jalan keluar dari masalah ini. Dan jalan yang sudah jelas harus kita lalui saat ini adalah meningkatkan solidaritas muslim sedunia, dan mengingatkan saudara-saudara kita di negara-negara Arab kaya itu untuk mulai bersungguh-sungguh menyelamatkan saudara dekat mereka.

Iklan

16 tanggapan untuk “Memahami konflik Palestina – Israel”

  1. Telah jelas permusuhan mereka (yahudi) kepada Palestina (Islam). Dari sisi apapun israel telah menjajah habis-habisan! 60 Tahun Israel yang awalnya tidak memiliki tanah di Palestina dapat menjajah dan mendirikan pemukiman bahkan membuat sebuah negara (hadiah dari inggris). Bagaimana mungkin Hammas mau berdamai??? kalau tanah mereka telah habis di lahap oleh yahudi bertopi panjang dan berjenggot. Damai ada jika semua tanah palestina yang dijajah di berikan kembali kepada Palestina. Tapi Mungkinkah???

    Kita Saja (Indonesia) tidak sudi memberikan secuil tanah kita kepada para penjajah!!!

    Israel bisa membunuh bangsa Palestina dengan senjata illegal rudal cluster dan bom kimia yang diluncurkan dari pesawat dan helikopter tempur yang diberikan oleh pemerintah AS. Israel bisa membunuh bayi dan anak-anak Palestina sebanyak mereka mau tanpa sanksi apa pun dengan dukungan pemerintah AS.

    Pemerintah AS memberikan milyaran dollar uang pembayar pajak AS ke Israel. Pemerintah AS akan memveto semua resolusi yang mengutuk kekejaman Israel sebab tidak ada seorang pun yang bisa jadi presiden AS tanpa dukungan dana jutawan dan media massa Yahudi AS (contohnya: CNN).

    Israel membom sekolah PBB yang menewaskan 34 anak tanpa sanksi invasi yang dilakukan AS di Irak dan Afghanistan. Bahkan sanksi ekonomi AS seperti yang diterima Iran pun tidak. Siapa yang akan menolong bayi dan anak-anak Palestina dari kebiadaban Israel?

    Ahli propaganda Israel begitu mahir. Mereka membantai bangsa Palestina. Tetapi mereka bisa meyakinkan dunia bahwa bangsa Palestina yang mereka bantai adalah teroris.

    Waโ€™alaikum salam wr wb

  2. saya yakin kita semua sudah tahu tentang fakta-fakta kebrutalan israel. kita semua sudah tahu. Dan kita juga tahu bahwa itu semua tidak mengubah sikap AS, dan Barat pada umumnya yang tepat lunak pd israel, bahkan mendukung.
    Jadi, seperti yang saya katakan, kalau kita ingin keadaan bergeser, peta kekuatan juga harus digeser. kekuatan umat islam harus semakin dibangun. Karena itulah saya mempertanyakan negara-negara arab pada umumnya. mereka negara kaya dan dekat dengan palestina. tapi apa yang sudah mereka usahakan?
    Saya tidak mengatakan saya sudah paham masalahnya apa. Saya juga tidak hendak mengatakan bahwa usaha kita cukup sampai di sini. Berbuatlah lebih, sejauh yang kita mampu. Tapi intinya saya yakin betul bahwa kalau mau keadaan berubah, umat islam lah yang harus berubah. Seperti apapun sikap AS dan tingkah polah Israel, jika umat islam kuat, maka Allah akan memenangkan keadilan dan kemanusiaan di muka bumi. Janji Allah itu pasti.

  3. Semoga tidak ada jatuh korban lagi dan
    semoga konflik ini secepatnya dapat diakhiri.
    dalam CSDku tertulis “Saya mimpi tentang sebuah dunia, di mana setiap orang yang ada didunia, baik itu ulama, buruh, dan pemuda, bangkit dan berkata stop semua kemunafikan, segala formalitas, stop semua pembunuhan atas nama apa pun. Tak ada rasa benci pada siapapun, agama apa pun, dan bangsa apa pun. Dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.”

    “Ketika kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berpikiran dan yang berjiwa waras akan ikut tersinggung kecuali orang gilakk dan yang berjiwa kriminal. Walaupun dia seorang sarjana!”
    salam kemanusiaan

  4. sementara ini yang bisa kita lakukan cuma berdoa buat kebaikan sudara-saudara kita dan membantu mereka semampu kita baik melalui donasi atau doa. mari kita lakukan sebisa kita.

  5. Saya rasa benar apa yang dikatakan Nabi Muhammad dulu, bahwa nanti umat muslim akan berjumlah besar dan terkena penyakit Wahn (cinta dunia dan takut mati). Menurut pemikiran saya para pemimpin negara2 arab yang diantaranya adalah mesir takut kepada Israel dan Amerika. Mungkin dari segi kekayaan negara2 arab itu jauh lebih baik, tapi dari segi persenjataan dan alat2 tempur, mereka kalah jauh, bahkan disetiap negara2 arab tersebut terdapat pangkalan militer milik Amerika pada perang Iraq kemarin yang mungkin sekarang ini juga masih ada.

    Saya setuju dengan pendapat anda bahwa umat Islam harus membangun kekuatannya terutama kekuatan militer, dan ketika umat muslim membangun kekuatan militernya maka secara psikologis keberanian mental mereka juga akan terbangun.

    Umat Islam, terutama negara2 muslim kalah jauh mentalnya dibandingkan dengan negara2 Amerika Selatan yang menolak hegemoni AS, mereka terlihat berdiri tegak dengan harga diri dan kedaulatannya. Yang jelas mereka berani berkata tidak pada Amerika, bahkan baru2 ini Presiden Venezuela Hugo Chaves mengusir Dubes israel dari negaranya sebagai bentuk penolakan terhadap serangan israel terhadap gaza, yang saya tahu hal ini tidak dilakukan oleh pemerintah mesir.

  6. saya sendiri ngga kebayang kalau tinggal di palestina.. ngeliat beritanya di tv aja ngga tega.. so far,, baru bantu doa ajah. semoga mereka kuat dan sabar. semoga Allah selalu memudahkan dan memberi jalan.. amiiiinnn..

  7. Apakah mungkin perang ini ada hubungannya dengan krisis global?ini bagian dari strategi amerika?mungkin dengan adanya perang, otomatis industri mereka bergerak lagi. contohnya GM yang meemproduksi humvee, industri berat mereka termasuk baja juga mulai banyak pesanan
    bikin bom, rudal, senjata, amunisi dan sebagainya.
    Kemudian, ternyata arab juga tidak terlalu banyak bertindak dan mengupayakan apapun soal perang ini, mengapa??
    mungkin karena dengan perang, harga minyak akan terdorong naik, karena ada kebutuhan (tentu saja perang).
    ini dari sisi ekonomi sih…
    menambah sudut pandang saja..hehehe..
    gmn menurut mas firman?

  8. ya kalo kata saya, perang kali ini merupakan salah satu episode dari serial panjang perang Israel – Palestina yg udh mulai sejak dulu itu. kenapa sekarang perang, ya karena sejak dulu udah bermusuhan. kapan aja tanggal perangnya, ya tergantung jadwal aja.

    kenapa ada perang, ya karena ada pemain yg berperang. jd utk menambah sudut pandang, kajiannya bisa dilakukan terhadap masing2 pemainnya. apa yg dilakukan oleh Israel, apa yg dilakukan palestina, bagaimana tindakan lingkungannya, itulah yg jd faktor penyebab perang.

    barangkali, tp sy yakin, kajian ttg ini bs membantu menyelesaikan krisis di palestina. asal ada tindakan setelah solusi ditemukan melalui kajian. karena tindakan adalah momentum konversi dari ide menjadi kenyataan.

  9. Semoga kita bisa membantu saudara kita disana. Entah dengan cara apa saya juga tidak tahu. Mungkin hanya do’a. Semoga bisa lebih dari itu. Usaha yang nyata. Fath, kemenangan, semoga kelak menjadi milik kita.

    Saidnaa.. Ya Rabbana.
    Tolonglah kami.. Wahai Tuhan kami.

  10. Kadang saya berpikir kalau invasi Israel ini kelihatan lucu. Lucu sekali. Israel menampakkan jatidiri sesungguhnya, bahwa dia negara yang pengecut. Israel negara yang nggak fair. Ada beberapa poin yang dengan sangat jelas menampakkan ke”Pengecutan”nya:

    1. Target Israel nggak jelas.
    Berita terbaru (18/01/09) dari Aljazeera menyatakan bahwa Israel telah berhasil mencapai 70 targetnya. Apa targetnya? Sekolah PBB? kamp2 pengungsian? rumah2 sakit? Kalau memang targetnya adalah HAMAS, apa yang membedakan penampilan HAMAS dengan warga sipil? Nggak ada kan? Bisa saja HAMAS menyamar menjadi warga sipil.
    2. Perang yang tidak seimbang.
    Israel mengerahkan ribuan pasukan dengan persenjataan yang amat lengkap. Menyerang dari darat, laut, dan udara secara besar2an. Israel sempat menambahkan pasukan2 cadangannya yang berjumlah 5000 personel. Bahkan, menurut berita Aljazeera, Israel menggunakan fosfor putih untuk bom2 yang dijatuhkan di Beit Lahiya. “It’s forbidden man!!”
    3. Blokade bantuan kemanusiaan
    Bantuan kemanusiaan saja sampai dipersulit sedemikian rupa. Gudang penyimpanan logistik milik PBB bahkan dibom. Perang macam apa ini??? Israel menyatakan alasan blokade ini adalah karena takut ada penyelundupan senjata untuk HAMAS. Nah, ini benar2 menunjukkan ke”Pengecutan”nya Israel.
    4. Gencatan senjata sepihak.
    Lucu, lucu banget, hahaha…. Udah target nggak jelas, perang nggak seimbang, blokade bantuan kemanusiaan, eh… gencatan senjata juga sepihak. “Emangnya dunia ini punya nenek moyang loe!!!”
    5. Israel klaim sudah kuasai Gaza.
    Nggak masuk akal kan??? HAMAS masih bisa menunjukkan perlawanannya yang gigih dengan menembakkan roket2 ke kota2 Israel. Itu menunjukkan bahwa Gaza belum takluk. Dan Gaza tak akan bisa dikuasai Israel. “Gaza will not go down.”

    Israel memang negara pengecut. Israel nggak berani perang terbuka karena tahu dia akan kalah. Hahaha…. Lucu…

  11. Saya yakin dengan sepenuh hati, ALLAH SWT akan memberikan pertolongan kepada rakyat2 Palestina. Israel akan lari terhinakan hingga tidak ada lagi tempat berlindung. Pohon dan batu juga akan berkata, “Di belakangku ada kaum Yahudi bersembunyi.”

  12. ya, kita sudah kenal betul bagaimana israel. dan Allah akan memberikan pertolongan kepada mereka yang bertawakkal kepadaNya.
    Lalu.., apakah kita sudah mengenal betul saudara-saudara kita muslim sedunia.. mengapa hingga hari ini suara kita hanya mengepulkan kebencian… dan toh belum juga bisa menciptakan perubahan.
    marilah kita introspeksi.

  13. Ini adalah sunatullah… yang harus terjadi di akhir zaman…
    Segera kita ambil peranan… Palestine will be free…

  14. mas hasan jangan bilang sunnatullah dulu.. ah. krn sunnatullahnya kalau org islam berperang dg org kafir pasti org kafir akan lari tunggang langgang (Q.s 48 ayat 22-23)
    Lhaa sekarang yg tunggang langgang org Islam…gimana, sunnatullahnya mana ?
    kita hrs bertanya…, apakah kita ini msh muslim ? apakah islam kita sprt islamnya para ashabi…, apakah syahadat kita adalah syahadat yang ditolak oleh abu jahal-abu lahab ?
    jangan-jangan syahadat kita muslim sekarang ini, memilih syahadat yang diterima oleh abu jahal, yaa muslim hanya ngaku..ngaku, coba mari kita sama-sama buktikan dihadapan Allah, bagaimana Islam kita ini. Bukan Islam yg kata syekh ini syekh itu… tp kata Al-Qur`an dan hadits Rasulullah.
    bekerjalah…., siap kerjakan… (Q.s 9 ayat 105)

  15. siapapun orangnya jika msh ada hati nurani di benak mereka pst akan berkata “betapa kejinya perlakuan israel thd palestina”
    mereka semua semua pengecut yg hanya berani menyerang wanita,anak2,orang2 jompo dan ribuan warga sipil yg tdk berdosa.kl emang mereka pny nyali lakukan perang scr terbukaHadapi org HAMAS yg slm ni jd target mrk,jgn beraninya ama org2 sipil yg tdk pny persenjataan lengkap….

    Sungguh ALLAH akan melaknat mereka semua…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s