Lazuli Sarae : An Authentic Identity

Teman-teman dekat saya tahu betul kalau saya orang yang konservatif 🙂 Gaya penampilan, selera lagu, cara bicara, dan berbagai hal lainnya. Sejak remaja saya emang begitu. Saat yang lain senang dengan hal-hal baru yang keren, gaul, saya lebih senang dengan hal-hal yang tampak mature, related with tradition, berbau nilai-nilai, prinsip, filosofi. Sedangkan hal-hal yang gaul dan trendy itu seringkali terasa ringan dan kosong, seperti sesuatu yang tidak punya identitas dan tidak bermakna.

Dan begitu juga jadinya cara saya berpakaian. Simple and conservative 🙂 Dari dulu saya senangnya baju yang tampak dewasa dan berkarakter. Kemeja dan celana bahan mah udah pasti lah. Batik apalagi. Batik buat saya rasanya tuh Ningrat. Noble. Meski bukan asli jawa, saya emang besar di jawa dan itu membuat saya mengenal dan mengagumi budaya Jawa. Ya karena semua tampak begitu berisi dan kuat identitasnya.

Maka pasti sudah bisa ditebak, seumur hidup saya tidak pernah punya baju denim atau celana jeans. Hahaha. Dan ketika saya tau tentang Lazuli Sarae, wow.. my perception is exploding. Menyaksikan Batik yang noble dan sangat filosofis itu terlukis indah di bahan denim yang fresh dengan semangat mudanya.. benar-benar amazing. Sebuah terobosan persepsi. Benar-benar bikin excited, karena bisa melihat busana dengan identitas yang sangat kuat. sangat otentik.

Batik on denim itu rasanya seperti sebuah discovery of authenticity. Saat apresiasi terhadap batik memang meningkat di beberapa tahun terakhir ini, dan sebagian orang menghadirkan batik dengan sekenanya pada berbagai media, Lazuli Sarae benar-benar tampak  beda. Sangat otentik, dengan identitas yang sangat kuat. Lazuli Sarae benar-benar bisa memadukan dua identitas yang awalnya kontras jadi menyatu utuh, and still, dapet dua-duanya. Nobelty of Batiknya dapet, fresh and young dari denimnya juga dapet banget.

Dan saya jadi menduga-duga, pasti untuk sampai disini, there should be a long journey. Sepertinya teman-teman yang melahirkan Lazuli Sarae benar-benar mengenal batik dengan semua filosofinya, dan di sisi lain juga mengenal denim dengan semangatnya, dan somehow, entah bagaimana prosesnya, menemukan cara yang unik untuk memadukan keduanya. Seperti sekelompok anak muda yang berusaha menghormati dan mengenali warisan nilai-nilai tradisi leluhur, dan kemudian mengekspresikannya di jamannya, pada dunianya. And in my humble opinion, aslinya yang keren tuh adalah yang begitu, anak muda yang punya cara unik untuk mengekspresikan value, wisdom and identity. Lazuli Sarae banget.

Coba deh kalo kita amati semua koleksi Lazuli Sarae dari awal sampai koleksi terbarunya, kepikir ngga gimana proses kreatif teman-teman yang melahirkan Lazuli Sarae? Saya yakin pasti dalem tuh prosesnya. And again, itu keren banget! Apalagi begitu dengar gimana perjuangan mereka yang melahirkan Lazuli Sarae. Dari sedikit yang saya ketahui, kalo boleh pikiran saya bicara “pantes aja sebegitu kuatnya karakter Lazuli Sarae ini, mereka yang melahirkannya pun benar-benar memperjuangkan ini sepenuh diri dan hati mereka.” So, buat siapapun yang sepakat dengan saya bahwa Lazuli Sarae itu emang keren banget, coba deh cari tau cerita-cerita about people behind the screen yang bikin Lazuli Sarae ini tampil di depan kita semua. Trust me, they will inspire you!

Lazuli Sarae and Me

Dan buat saya yang tidak pernah punya denim atau jeans ini, maka Lazuli Sarae mengubah segalanya. Hahaha. (walau ngga yakin apa saya tetap tertarik pakai denim kalau bukan Lazuli Sarae). Waktu bulan Maret untuk pertama kalinya saya punya baju Lazuli Sarae, benar-benar excited rasanya. Waktu dipake untuk shalat berjamaah di masjid, itu pertama kalinya saya ngerasa “oh begini ya rasanya shalat dengan pakaian paling baik yang saya punya”. Actually, it’s a spiritual moment.

Lebih dari itu, ada satu hal yang lebih berkesan lagi buat saya. Bersamaan dengan mengenal Lazuli Sarae di awal tahun lalu, saya sebenarnya sedang mempertanyakan pekerjaan saya sebagai staf di ITB Career Center. I don’t think that’s the best job for me. I know what my passion is, and definitely not the job I have in that office. So I resign, and start my own story, my own journey.

Tiga bulan lalu, setelah resign dari ITB Career Center, saya memulai apa yang sesungguhnya ingin saya kerjakan : menjadi konselor karir. Saya ingin hidup dan menjalani karir dengan jatidiri saya. Saya ingin menghadirkan otentisitas saya kepada dunia, dan saya pun ingin mengajak setiap orang untuk berani menghadirkan otentisitas dirinya dengan mewujudkan passionnya dalam karir serta hidup mereka.

Untuk misi tersebut, saya kemudian berpikir “Bagaimana saya bisa menghadirkan spirit otentisitas itu dalam first impression ketika saya bertemu dengan klien?”  Sesaat itu juga saya langsung tahu, Lazuli Sarae adalah jawabannya. Gimana nggak, spiritnya persis sama! Bahkan mereka yang menghadirkan Lazuli Sarae adalah pribadi-pribadi otentik yang memperjuangkan passionnya. Sejak saat itu saya pun berniat, Lazuli Sarae akan selalu jadi “partner” saya dalam menjalani karir sebagai personal career counselor. Membantu saya menampilkan spirit otentisitas ke setiap klien yang saya temui.

That’s my story 🙂 Selanjutnya, saya serius lho ingin selalu menjadikan Lazuli Sarae sebagai “partner” saya. Sederhananya, Lazuli Sarae akan selalu menjadi “baju kerja” saya. Untuk itu saya pun jadi rajin melihat dan mengikuti perkembangan koleksi Lazuli Sarae 🙂

Dari koleksi lama, saya suka banget dengan Incurvo Mlinjon. Kesan formalnya dapet, dan uniknya juga kerasa banget. Adapaun dari koleksi baru, Story of AOSAN, favorit saya adalah Diversis Parwung Shirt. Kombinasi motif Parang dan Kawung yang tampak menyatu seperti aliran dari bagian bawah baju hingga ke bahu benar-benar tampak dinamis dan unik. Seperti menunjukkan bahwa dalam diri seseorang tuh ada banyak sifat yang unik dan istimewa. Selain itu, tampilan motif batiknya yang mengalir dan dan agak memudar di beberapa bagian memberi kesan informal pada baju lengan panjang yang cenderung formal. Perpaduan yang pas.

Baju pilihan favorit itu tentu akan saya gunakan untuk menampilkan identitas dan passion saya saat bekerja sebagai career counselor. Rasanya benar-benar mantap ketika tampil dengan Lazuli Sarae di depan klien. Feel so free, authentic, and bright! Bandingkan dengan standar orang kantoran : baju kemeja kotak-kotak lengan panjang yang tampak formal tapi dingin dan tidak beridentitas. Euuuhhh 🙂

Kalau saya boleh memilih dua produk dari koleksi Lazuli Sarae yang terbaru, maka saya akan pilih Dae Natara untuk saya dan Alea Clara Dress untuk Elma, istri saya. Kali ini untuk tujuan yang berbeda. Kami ingin menggunakannya ketika ada momen-momen dimana kami tampil bersama, seperti menghadiri undangan pernikahan, datang ke acara temu alumni bertemu teman-teman lama, gathering keluarga, dan momen-momen sejenis. O iya, istri saya berkerudung. Semoga Alea Clara Dress bisa dipadupadankan supaya pas dengan kebutuhan istri saya yang berkerudung itu 🙂

GambarLast, kalau saya boleh berimajinasi memakai batik on denim dengan desain versi saya sendiri, saya ingin punya batik on denim dengan desain seperti ini yang di foto saya tuh. Mengapa? Karena itu adalah pakaian yang paling “gue banget” untuk saya. Saya selalu menggunakannya ketika masih jadi guru di SMA Taruna Bakti. Semua murid saya hapal betul dengan setelan baju itu. Dan saya memang sangat suka dengan setelan itu 🙂 Akankah impian saya jadi nyata? Hahaha… pasti keren banget kalau bisa punya Lazuli Sarae dengan desain seperti itu. Satu-satunya di dunia! Hahaha.

That’s all folks. Happy to write this all. Benar-benar mencurahkan perasaan nih J O iya, satu lagi, harapan saya Batik on Denim Lazuli Sarae bisa terus bereksplorasi mengangkat value yang terkandung di dalam batik, dan menghadirkannya dalam semangat muda denim, sampai semakin banyak orang indonesia yang merasa dirinya terwakili oleh Batik on Denim Lazuli Sarae. Dan suatu saat nanti, saya berdoa dan saya percaya, Batik on Denim Lazuli Sarae akan menjadi duta budaya indonesia di dunia global. Dikenal oleh masyarakat dunia. Pasti bisa!

Iklan

4 tanggapan untuk “Lazuli Sarae : An Authentic Identity”

  1. terima kasih mbak ratna, semoga tulisan ini berguna. sudah pernah lihat langsung produk Lazuli Sarae? pasti sepakat sama saya, LS tuh bagus banget. harus punya 🙂

  2. Jooosss gan. Ane jadi kepingin punya pakaian yang sampeyan pakek 😀 Gue banget. sukses ! keren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s