Setelah SMA ini Selesai

Setelah SMA ini selesai, kalian akan sadari bahwa yang sebenarnya kalian hadapi bukanlah institusi pendidikan berikutnya, dan dunia kerja setelahnya. Kalian akan keluar dari kotak-kotak pendidikan formal dan berhadapan langsung dengan kehidupan, di mana semuanya, sebenarnya, jauh lebih sederhana.

Di hadapan kehidupan, ada diri kalian dengan karakter unik kalian, dan dunia yang menunggu kalian berperan sebagai diri sendiri. Sesederhana itu. Dan dalam kehidupan yang sesederhana itu, kalian punya kesempatan untuk jadi pribadi yang bahagia dan merasa berharga karena bisa membuat karya yang terbaik sebagai diri kalian sendiri. Setelah bertahun-tahun lamanya disamaratakan, dibanding-bandingkan, diukur-ukur dengan ukuran yang lebih sering membuat kalian merasa khawatir dengan kelemahan kalian daripada merasa yakin dengan potensi kalian, akhirnya masa itu lewat juga. Inilah waktu untuk hidup yang sesungguhnya, waktu untuk menunjukkan siapa diri kalian sebenarnya.

Namun jika kalian masih membiarkan suara-suara di sekitar memaksa kalian jadi orang lain, dan menerima khayalan yang mereka tawarkan bahwa untuk sukses, bernilai dan dihargai dunia kalian harus jadi orang lain dan melupakan diri sendiri.. maka kalian akan rasakan hidup yang semakin tidak nyata, yang hampa. Hilang arah, hilang identitas. “Kesempatan kedua” dalam hidup yang mestinya jadi kesempatan untuk jadi diri sendiri justru semakin membuat kalian kehilangan diri sendiri. Jangan sampai terjadi.

Maka lihatlah dunia, dan temukanlah, bahwa di dalam diri kalian sesungguhnya sudah ada seseorang yang punya identitas, punya sifat yang unik, punya keinginan dan pendapat sendiri. Kalian sudah punya ketertarikan akan hal-hal tertentu, atau keinginan untuk berperan dalam hal-hal tertentu. Itu semua yang sebenarnya mencuatkan semangat dan kepekaan kalian. yang membuat kalian tergerak dan berkeyakinan. Merasa kuat. Bertenaga.

Jika pun belum ada, tak juga ditemukan, maka setelah SMA selesai ini adalah waktu yang tepat untuk mencari. Karena sesungguhnya kalian sudah menjadi manusia dewasa. Kebebasan kalian dengan ditopang oleh kemandirian kalian akan menggerakkan dan mengantarkan kalian menemukan ruang-ruang panggilan itu. Di mana kalian merasa jadi diri sendiri, merasa dibutuhkan. merasakan peluang untuk berkarya, berbuat sesuatu, menjadi berarti dan berperan.

Bukan justru kembali memasuki sangkar atau cangkang kalian seperti kura-kura atau siput yang kembali masuk ke dalam cangkangnya. Bukan justru memasuki institusi pendidikan tinggi hanya untuk kembali terjebak dalam rally mempelajari tumpukan pengetahuan dan keterampilan yang sesungguhnya tak juga benar-benar kalian pahami untuk apa.

Maka lihatlah dunia luas ini. Jadilah diri sendiri di tengahnya. Maka kalian akan temukan apa yang kalian cari. Tempat di mana kalian bisa merasakan benar bahwa itu memang tempat untuk kalian. Benar bahwa kalian akan memasuki dunia bernama kampus. Namun masukilah kampus-kampus itu sebagai diri kalian sendiri. Maka dengan begitu kampus yang kalian masuki tetaplah sebuah lingkungan yang nyata di tengah kehidupan dunia nyata. Sebuah lingkungan yang tidak membatasi kalian dari mengenali seisi dunia ini, atau bahkan justru mengelabui. Jadilah diri sendiri. Dan kalian akan menjadi diri yang sama baik di dalam semua kesibukan kampus, atau di luar batas-batas ruang kelas dan pagar kampus kalian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s