3 Faktor Pendukung Karier

Kawan, apa sih yang kita pake untuk mengukur sebuah karir? Gaji? Nama baik/besar perusahaan? Prospek masa depan? Ini sih kalau bicara dari kulitnya. Kalau bicara isi, ukurannya ada 2: perusahaan mengukur kinerja, kita mengukurnya dari kepuasan/kebahagiaan. Jadi sama-sama bicara tentang kerjaannya, produktifitasnya.

Nah, kita akui kuliah itu kan untuk kerja. Benar? Tidak harus di perusahaan sih. Jadi peneliti, jadi praktisi, jadi akademisi, itu semua kerja. Karena itu ketika kuliah kita ngumpulin ‘bahan’ untuk jadi expert agar bisa kompeten. Yang bisa kampus sediakan adalah Knowledge dan Skill. A bunch of it.

Dua faktor ini penting banget. Gak mungkin mulai kerja tanpa 2 hal ini. Banyak sarjana yang jobless karena meski udah tau banyak, gak skillful. Jadi sampe di sini catatan pentinnya adalah : jangan cuma ngumpulin IP lewat kuliah dan ujian. Latih juga skill di Lab, Project, Unit, Himpunan.

Dan ternyata, 2 faktor itu pun toh gak cukup untuk jadi expert kalo kita bicara karir yang benar-benar excellent. Karena ada dua faktor lain yang lebih menentukan, yaitu : quality dan endurance.

Knowledge dan Skill bisa membuat seorang teknisi merakit sebuah alat rumit dengan sempurna, sekali. Tapi saat diminta dia ulangi itu ribuan kali? Apakah dia bisa mengulangi kualitas yang sama? Knowledge dan Skill bisa membantu seorang pialang membeli saham yang bagus, sekali. Tapi saat diminta dia ulangi itu ribuan kali? Yakin bisa? Knowledge dan Skill bisa membantu seorang dokter membuat diagnosa yang tepat bagi seorang pasien, sekali. Tapi saat kita minta ribuan kali? Tidak cukup.

Kebayang kan kawan? Kerja/karir tuh benar-benar ada di level yang berbeda dengan yang kita bayangkan pas kuliah. Ada tuntutan atas quality dan endurance. Dalam setiap pekerjaan, di semua bidang, kalo kita bicaranya karir maka kita bicara quality dan endurance. Itu baru expert. Itu baru karir.

Untuk menghasilkan Quality dan Endurance inilah dibutuhkan Talent : natural and constant way of thinking, feeling, and behaving which can used for productivity.

Riset Gallups menemukan adanya 34 Talent di dunia kerja. Ini riset lebih dari 25 tahun di seluruh dunia, di semua level dan bidang kerja. Menariknya, Talent ini tidak dibentuk dalam pendidikan formal, dan tidak setelah usia remaja. Kesimpulannya, BUKAN di KAMPUS ๐Ÿ™‚

Talent ini membedakan mereka yang kinerjanya bagus dengan yang HEBAT, yang skillful dengan yang EXPERT, yang kerjanya HAPPY dengan yang nggak. GOOD to GREAT!

Kabar gembiranya, dari 34 Talent yang Gallups kenalkan, kita semua pasti udah punya! Udah terbentuk sejak bayi sampe remaja. Tinggal dipake. Kita tinggal mengetahui dari 34 Talent itu mana yang paling bagus pada diri kita. Setelah itu, tinggal memilih Knowledge, Skill, dan kerja yang sesuai.

Untuk kinerja berkualitas dalam jangka waktu lama, diperlukan 3 faktor : yearning, fast-easy learning, enjoy doing. Itu bersumber dari Talent. Talent yang kita miliki menjelaskan dorongan internal kita untuk selalu tertarik pada sesuatu (yearning). Tanpa didorong/dituntut, kita tergerak. Talent juga menjelaskan “gimana sih otak kita?” apa yang senang dipikirkannya, dan bagaimana mikirnya. Sehingga belajar menjadi cepat dan mudah. Talent pada akhirnya menunjukkan hal-hal apa yang paling menyenangkan bagi sisi psikologis kita. Yang semakin dilakukan, semakin menyenangkan.

Btw Sahabat, dari jaman Plato, sebenarnya Talent ini sudah dibicarakan. Dulu sih disebutnya Arete. Talent ini sebenarnya sangat spiritual filosofis. Talent ini sebenarnya menunjukkan siapa diri kita yang sesungguhnya. Dan menjadi diri sendiri di dalam karir itu paling membahagiakan. Jadi, lebih dari sekedar ngumpulin Knowledge dan Skill pas kuliah, kenali Talent yang paling bagus dalam dirimu. Gunakan, asah, latih, sampe tajem!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s