Setiap Pemimpin Memiliki Waktunya

Jebakan alur hidup yang paling sulit dihindari adalah dorongan agar sebuah cerita indah segera sampai di puncaknya, sehingga ketergesaan mengabaikan proses alami kehidupan.

Sudah begitu banyak ide brilian, atlet artis berbakat, calon tokoh besar, manusia-manusia luar biasa, yang gagal mencapai wujud terbaiknya karena tergoda ketergesaan. Ini adalah pelajaran universal yang dikenal semua manusia di setiap jaman dan tradisi.

Filosofi Jawa “Alon-alon Waton Kelakon”, dan “Hamemayu Ayuning Bawono” bukanlah ungkapan dangkal klise tentang hidup yang santai pelan-pelan saja. Itu adalah sebuah kesadaran dan etos bahwa semua langkah manusia semestinya berproses selaras dengan irama kehidupan.

Hari-hari ini bangsa ini pun dihadapkan lagi dengan ujian itu.

Ada sesosok manusia membawa cerita indah yang begitu cepat memuncak dan memantik begitu banyak mimpi imajinasi dalam sesaat. Dia datang sebagai pahlawan yang dielu-elukan. Sebuah harapan baru. Legenda baru. Di sisi lain ada seorang manusia yang membawa cerita-cerita tak biasa, cenderung suram dan misterius, yang memantik desas-desus. Manusia misterius ini pernah punya cerita indah sebagai perwira muda yang memuncak begitu cepat, sebelum kemudian tiba-tiba Tuhan membelokkan ceritanya, memasukkannya ke masa-masa terusir terbuang.

Ada seorang pahlawan yang didorong khalayak ramai untuk memanen dengan cepat buah cerita indahnya, ada seseorang yang baru saja kembali dari tempaan pengasingan (dan bahkan aroma cerita-cerita kelam pun masih begitu lekat dengan sosoknya).

Orang misterius pesakitan ini, yang dulu pernah begitu dekat dengan puncak cerita indah, apakah kini dia kembali dengan nurani yang insyaf setelah ditempa pengasingan? Adakah dia sudah dimanusiakan oleh masa-masa terhukumnya? Saya tidak sungguh-sungguh tahu. Hanya bisa berharap nuraninya membawa pelajaran hidup seiring kepulangannya.

Adapun sang pahlawan pujaan khalayak ramai.. apakah memang sudah tiba waktu cerita indahnya memuncak ? Atau ini adalah sebuah ketergesaan yang justru akan membawanya memasuki masa-masa pelik yang baru saja dilalui orang misterius itu?

Sahabatku semua, yang ada di hadapanmu bukanlah sekedar sebuah perlombaan yang cukup disikapi dengan rasa suka dan benci belaka, atau dengan nalar alakadarnya. Jauh lebih dalam dari itu, ini adalah sebuah alur pendidikan Tuhan bagi bangsa ini. HikmahNya kerap kali disampaikan melalui kejadian yang memiliki berlapis-lapis wajah, yang masing-masingnya bisa memunculkan artian-artian. Menyelamlah dalam-dalam.

Perhatikan semua pertanda. Cerita yang terlalu indah di permukaan bisa berarti ujian kesabaran dan kedewasaan untuk sudi menghormati irama hidup. Obsesi segera mencapai puncak yang mulai membuat orang baik-baik tanpa sadar menurunkan kemuliaan perilakunya bisa jadi adalah tanda bahwa jalan yang ditempuh sudah mulai keluar dari jalur kearifan hidup.

Sebaliknya, cerita yang terdengar begitu suram bisa berarti ujian kejernihan berpikir untuk menemukan kenyataan di semak cerita-cerita rekaan, sekaligus ujian keberanian untuk melihat semuanya tanpa prasangka.

Adakah nuansa ketergesaan itu di hatimu? Adakah kesediaan untuk melihat semua jernih tanpa prasangka?

Duduklah dan amati semua dengan tenang. Dengarlah suara-suara yang mengisahkan cerita indah yang terlalu diperindah dan cerita suram yang begitu diperseram. Lalu berjaraklah. Temukan kenyataan di tengah cerita-cerita biasa yang tak sempurna.

Jebakan alur hidup yang paling sulit dihindari adalah dorongan agar sebuah cerita indah segera sampai di puncaknya, sehingga ketergesaan mengabaikan proses alami kehidupan.

Salam hormat dan doa saya bagi mereka, dua manusia yang menanggung beban berat yang tidak kita tanggung, Jokowi dan Prabowo. Semoga Tuhan memuliakan mereka dengan perjuangan hidup yang berat ini, dan mengijinkan mereka menyempurnakan garis sejarah hidup dengan memenuhi waktu kepemimpinannya.

Iklan

One thought on “Setiap Pemimpin Memiliki Waktunya”

  1. Absolutely true…beautiful words of beutiful deep wise opinion.
    Sy sangat setuju, dan sepenuhnya yakin… Ada alur pendidikan Tuhan dan proses alami kehidupan yg banyak diabaikan bahkan mngkin sama sekali tidak pernah singgah dlm analisa kebnyakan saudara2 kita…
    Ada banyak kebetulan , dlm istilah Jawa ‘ndelalah’, yg mengikuti cerita persaingan dua kubu ini,
    Kebetulan2 yg menjadikan pertarungan yg semula timpang, menjadi imbang .
    Keadaan yg semula muskil bagi si pengembara yg sendirian dan tergencet arus dukungan thd saingan yg melambung di atas langit, perlahan_lahan seperti mendapat kan dongkrak utk menanjak dan menanjak dgn aneka kebetulan yg bermunculan.
    Apakah kebetulan2 itu hanya sekedar kebetulan saja? Sy yakin-seyakin yakinnya , bahwa semua kebetulan itu adalah sebentuk keberpihakan alam , yang artinya bahwa semua yg terjadi adalah sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa
    Bahwa leluhur kita pun dalam kearifan budaya yg agung telah mengejawantahkan gambaran perjalanan mencapai tampuk itu, perjalanan panjang itu,,,penderitaan,keterbuangan, keterhinaan, yg meruncing menjadi penggemblengan batin dan keinsyafan hati nurani,,, dlm mahakarya yg bervisi ke depan, bukan sekedar ramalan
    Wallahualam.
    Sebaiknya kita tdk terjebak dlm perasaan suka atau tidak suka, pembelaan yang berlebihan sehingga mengaburkan akal pikiran yg jernih, membela dengan membabi buta shg memantik api permusuhan sesama saudara.
    Berhentilah, dukunglah mereka dgn do’a….dan percayalah niscaya kehendak Tuhanlah yg berkuasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s