We need more than a “Placebo” President

Saat kompleksitas negara besar bernama Indonesia mulai menunjukkan wajahnya yang sesungguhnya, salah satunya (baru salah satu saja) dalam bentuk konflik sosial yang mencekam, maka kita pun terbangun dari mimpi indah yang panjang belakangan ini, dan tersadar bahwa kita butuh lebih dari sekadar Jokowi.

Apa yang tersirat dari dinamika Pilpres yang memanas belakangan ini? Tak lain adalah : realita politik dan sosial indonesia itu kompleks. Jadi, berharap semua beres oleh “orang baik-baik yang rajin bekerja” adalah sebuah impian yang terlalu sangaaat menyederhanakan.

Enak memang membayangkan tiba-tiba semua politisi senior yang bermasalah pada pensiun. Minggir dari pemerintahan dan politik indonesia. Lalu negara ini diurus oleh orang-orang sipil yang muda, baik, simpel, sederhana, dan rajin bekerja. Ngapain bawa-bawa paradigma militer segala. Cukuplah negara ini diurus pemimpin-pemimpin sipil yang ramah melayani, sekaligus bekerja profesional seperti CEO kelas dunia yang sistem kerjanya keren. Mimpi Indah.

Nyatanya ini Indonesia. Salah satu negara paling unik, strategis, dan kaya di dunia ini. Kita akan selalu ada di dalam agenda-agenda kompleks politik internasional. Akan selalu ada negara-negara lain yang membahas kita dari jauh, atau bahkan masuk dan secara sembunyi-sembunyi terlibat langsung dalam beragam intrik di negeri ini.

Negara ini memang butuh diurus secara baik, jujur, dan profesional. Namun negara ini harus dipimpin oleh seorang pemimpin yang matang, berkapasitas dunia, yang kuat dalam mengelola, memimpin, dan melindungi negara besar ini (erlebih dalam masa-masa penuh tekanan dan cekaman).

Deep inside your heart, you know Jokowi can’t do this. He even still learn to be a “good enough” governor. Jokowi bahkan masih sedang belajar bagaimana menjadi Gubernur yang baik. PR-nya masih banyak. Masih jauh dari selesai. We need more than a “placebo” President.

Kita tahu siapa yang telah ditempa melewati labirin intrik dan konflik negara ini. Kita tahu dia sudah dibawa sejarah untuk menjalankan tugas negara hingga ke tengah hutan belantara dan ke pusat konflik kekuasaan. Ia juga sudah dibawa sejarah melihat negeri ini dari luar, sebagai perantau, sebagai manusia yang sudah terlucuti, kembali jadi bukan siapa-siapa.

Kita tahu dia manusia biasa. Kita tahu dia pasti punya kesalahan dan kekurangan. Kita juga tahu, dia lebih siap.

Semoga Tuhan bersamanya, dan bersama kita. Semoga Tuhan menguatkannya, dan menguatkan kita semua. Satu Bangsa, Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s