Renungan Syawal : Perjalanan Pulang

Dalam setiap nurani selalu ada keinginan untuk pulang. Fitrah ini adalah perwujudan dari sebuah kebenaran hidup : bahwa Allah selalu memberikan awal yang baik.

Hari-hari ini dorongan untuk pulang itu bisa kita lihat dalam banyak hal. Banyak yang ingin ibadah ramadhannya bisa jadi jalan pulang jiwanya pada kesucian. Di sepuluh malam terakhir, begitu banyak yang terpanggil untuk pulang ke masjid, merasakan lagi hangatnya mendekat pada Allah dalam ibadah dan tilawah yang panjang. Lalu ramadhan ini ditutup oleh jutaan orang yang serempak melakukan ritus pulang ke kampung halaman, meski harus menempuh perjalanan jauh puluhan jam hingga berhari-hari lamanya.

Semua itu bisa jadi begitu melelahkan. Namun kita memang ingin pulang. Kita ingin bisa kembali ke kampung halaman, di mana kenangan akan keseharian di masa lalu yang tenang bisa dirasakan kembali. Kita ingin pulang ke masa kecil yang polos dan damai, kembali ke ingatan akan nuansa hidup dengan hati yang bersih. Kita ingin pulang ke tengah hangatnya ikatan keluarga besar yang begitu harmonis. Kita ingin pulang ke awal hidup kita yang polos, murni, dan bahagia.

Memang tidak semua orang memiliki kebahagiaan masa kecil sebagai tempat pulang. Juga tidak semua orang punya kampung halaman. Namun ternyata masih banyak jalan lain untuk pulang. Cerita kepulangan manusia sesungguhnya banyak ragamnya.

Lanjutkan membaca Renungan Syawal : Perjalanan Pulang

Suami : Lelaki yang Setia pada Tuhannya

Apa yang harus dilakukan seorang laki-laki untuk jadi suami yang setia pada istrinya? Apa ia harus selalu hangat dan dekat? Apakah dalam hatinya harus ada cinta yang senantiasa indah seperti saat pertama kali saling jatuh cinta? Atau ia sekedar harus memastikan tidak ada wanita lain yang mengisi hatinya?

Apakah tanda kesetiaan itu berupa cinta yang diekspresikan setiap hari ? Atau berupa kerinduan dan keterpesonaan ? Ataukah setia itu berarti cintanya tunggal tidak terbagi ? Atau setia itu hanya nyata jika ia rela melakukan apapun demi menyenangkan hati istrinya ? Atau lima hal itu seluruhnya digabung tanpa dikurangi ? Apakah berarti ia harus menjadi laki-laki yang selalu sedang jatuh cinta, dengan cinta yang selalu indah, sambil teguh menjaga janji “hanya engkaulah wanita satu-satunya dalam hidupku” ?

Apakah esensi pernikahan adalah kisah ikatan cinta abadi antara dua manusia yang begitu indah dan telah sampai pada puncaknya?

Lanjutkan membaca Suami : Lelaki yang Setia pada Tuhannya

Dukungan Untuk Gaza

Selama sepekan ke depan (13-19 Juli), saya membuka layanan Assessment Talents Mapping bagi siapapun, dan seluruh pendapatannya akan disalurkan sebagai donasi untuk Gaza. Assessment ini sangat bermanfaat untuk pengenalan dan pengembangan diri, perencanaan pendidikan/karier, serta peningkatan kualitas hubungan keluarga, tim, atau organisasi.

Biaya Assessment dan konsultasi disesuaikan dengan kemampuan/kesediaan anda (ada batas minimum biaya sebagai kewajiban pembayaran lisensi penggunaan alat assessment.)

Singkat kata, ini adalah ajakan untuk ikut membantu saudara kita di sana dengan harta dan tenaga kita. Kesediaan anda untuk ikut membantu itulah yang kami apresiasi dengan memberikan layanan assessment dan konsultasi kepribadian untuk anda. Semoga bermanfaat.

Bagi yang berminat dan ingin mengetahui prosedurnya silahkan hubungi saya via sms ke nomor 083829061472. (silahkan sebarkan informasi ini kepada siapapun yang ada rasa membutuhkan)

We need more than a “Placebo” President

Saat kompleksitas negara besar bernama Indonesia mulai menunjukkan wajahnya yang sesungguhnya, salah satunya (baru salah satu saja) dalam bentuk konflik sosial yang mencekam, maka kita pun terbangun dari mimpi indah yang panjang belakangan ini, dan tersadar bahwa kita butuh lebih dari sekadar Jokowi.

Apa yang tersirat dari dinamika Pilpres yang memanas belakangan ini? Tak lain adalah : realita politik dan sosial indonesia itu kompleks. Jadi, berharap semua beres oleh “orang baik-baik yang rajin bekerja” adalah sebuah impian yang terlalu sangaaat menyederhanakan.

Enak memang membayangkan tiba-tiba semua politisi senior yang bermasalah pada pensiun. Minggir dari pemerintahan dan politik indonesia. Lalu negara ini diurus oleh orang-orang sipil yang muda, baik, simpel, sederhana, dan rajin bekerja. Ngapain bawa-bawa paradigma militer segala. Cukuplah negara ini diurus pemimpin-pemimpin sipil yang ramah melayani, sekaligus bekerja profesional seperti CEO kelas dunia yang sistem kerjanya keren. Mimpi Indah.

Lanjutkan membaca We need more than a “Placebo” President

Setiap Pemimpin Memiliki Waktunya

Jebakan alur hidup yang paling sulit dihindari adalah dorongan agar sebuah cerita indah segera sampai di puncaknya, sehingga ketergesaan mengabaikan proses alami kehidupan.

Sudah begitu banyak ide brilian, atlet artis berbakat, calon tokoh besar, manusia-manusia luar biasa, yang gagal mencapai wujud terbaiknya karena tergoda ketergesaan. Ini adalah pelajaran universal yang dikenal semua manusia di setiap jaman dan tradisi.

Filosofi Jawa “Alon-alon Waton Kelakon”, dan “Hamemayu Ayuning Bawono” bukanlah ungkapan dangkal klise tentang hidup yang santai pelan-pelan saja. Itu adalah sebuah kesadaran dan etos bahwa semua langkah manusia semestinya berproses selaras dengan irama kehidupan.

Hari-hari ini bangsa ini pun dihadapkan lagi dengan ujian itu.

Lanjutkan membaca Setiap Pemimpin Memiliki Waktunya

3 Dunia yang Berdekatan

Perhatikan seorang anak berusia 3 tahun. Ia sudah bisa bicara, tertawa dan menangis. sudah bisa bermain, berlari, terjatuh, lalu bangun dan berlari lagi. Begitu hidup dan bersemangat.

4 tahun yang lalu dia tidak ada. Dan di suatu hari Allah menciptakannya : dari tidak ada menjadi ada. Kemudian bayangkan jika sang anak sudah bisa merenungkan kesadaran ini : “4 tahun yang lalu aku tidak ada. Kini aku ada, hidup, dengan segala tingkah lakuku. Aku yang kini begitu hidup, masih begitu dekat dengan momen penciptaan diriku dari ketiadaan.”

Lanjutkan membaca 3 Dunia yang Berdekatan

Insights along The Journey